Dentor
Kesehatan Gigi

Gigi Sakit Saat Menggigit: Penyebab dan Kapan Perlu Diperiksa

Gigi sakit saat menggigit dapat berkaitan dengan gigi berlubang, retak, tambalan bermasalah, atau gangguan pada jaringan di sekitar gigi. Kenali kemungkinan penyebab dan tanda perlu diperiksa.

Dipublikasikan oleh Dentor · 28 September 2026
Dokter gigi memeriksa kondisi gigi pasien di klinik
Foto: cottonbro studio / Pexels

Gigi yang sakit saat menggigit atau mengunyah bukan keluhan yang sebaiknya diabaikan, terutama jika rasa sakit berulang, semakin kuat, atau hanya muncul pada satu gigi tertentu. Nyeri ketika memberikan tekanan pada gigi dapat memiliki beberapa penyebab, sehingga gejala ini saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.

American Association of Endodontists (AAE) menyebutkan bahwa nyeri tajam ketika menggigit dapat berkaitan dengan kerusakan gigi, tambalan yang bermasalah, retakan pada gigi, atau masalah pada jaringan pulpa di dalam gigi. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Apa Penyebab Gigi Sakit Saat Menggigit?

Nyeri ketika menggigit dapat berasal dari gigi itu sendiri, jaringan di sekitar akar, atau kondisi di sekitar mulut dan rahang. Beberapa kemungkinan penyebab yang umum antara lain:

Gigi berlubang atau kerusakan gigi

Kerusakan gigi yang sudah cukup dalam dapat menyebabkan sakit ketika gigi menerima tekanan. Karies juga dapat membuat jaringan di dalam gigi lebih rentan mengalami peradangan.

Gigi berlubang tidak selalu langsung terasa sakit. Ketika keluhan mulai muncul, tingkat kerusakan tidak dapat ditentukan hanya dari intensitas nyeri. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah gigi membutuhkan tambalan, perawatan lain, atau penanganan berbeda.

Untuk memahami tanda dan penanganan karies, baca Gigi Berlubang: Kapan Harus Ditambal?.

Gigi retak atau patah

Retakan pada gigi dapat menyebabkan rasa sakit yang muncul ketika mengunyah atau ketika tekanan gigitan dilepaskan. Menurut AAE, nyeri akibat gigi retak dapat datang dan pergi sehingga sumbernya terkadang sulit ditemukan.

Retakan tidak selalu terlihat jelas dari luar. Karena itu, jangan mencoba memastikan sendiri bahwa sebuah gigi retak hanya dengan melihat permukaannya.

Jika rasa sakit mulai muncul setelah menggigit makanan keras atau setelah benturan, baca juga Gigi Patah atau Retak: Apa yang Harus Dilakukan?.

Tambalan yang longgar atau bermasalah

Gigi dengan tambalan yang longgar atau rusak dapat terasa sakit ketika menerima tekanan. AAE memasukkan tambalan yang longgar sebagai salah satu kemungkinan penyebab nyeri tajam ketika menggigit.

Jika gigi yang baru ditambal justru terasa sakit saat digunakan untuk mengunyah, jangan langsung menyimpulkan bahwa tambalan tersebut gagal. Dokter gigi perlu memeriksa kondisi tambalan, gigi di bawahnya, dan jaringan di sekitarnya.

Peradangan atau masalah pada pulpa gigi

Pulpa adalah jaringan lunak di bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Kerusakan gigi yang dalam, retakan, atau masalah lain dapat memengaruhi jaringan ini.

Nyeri saat menggigit dapat menjadi salah satu gejala yang perlu dievaluasi, terutama jika disertai sensitivitas yang menetap terhadap panas atau dingin, pembengkakan, atau keluhan lain. Gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang membutuhkan perawatan saluran akar; diagnosis harus dibuat setelah pemeriksaan.

Masalah pada jaringan di sekitar akar gigi

Jaringan yang menopang gigi juga dapat mengalami peradangan atau masalah lain. Dalam keadaan tertentu, gigi dapat terasa lebih sakit ketika mendapatkan tekanan dari aktivitas menggigit.

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan klinis membantu dokter gigi membedakan apakah sumber keluhan berada di dalam gigi, sekitar akar, gusi, atau struktur lain.

Tekanan gigitan dan kebiasaan menggemeretakkan gigi

Kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan gigi dapat memberikan beban tambahan pada gigi dan rahang. Kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan ketika seseorang mengalami nyeri saat mengunyah.

Namun, rasa sakit ketika menggigit tidak boleh langsung dianggap sebagai akibat bruxism. Penyebab lain seperti gigi retak, karies, atau masalah pulpa tetap perlu diperiksa.

Apa yang Perlu Diperhatikan dari Rasa Sakitnya?

Informasi tentang kapan dan bagaimana nyeri muncul dapat membantu dokter gigi dalam menentukan pemeriksaan yang diperlukan. Perhatikan beberapa hal berikut:

AAE mencatat bahwa nyeri tajam saat menggigit dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, termasuk karies, tambalan yang longgar, retakan, dan kerusakan pulpa. Karena gejalanya dapat tumpang tindih, pemeriksaan tetap diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Jika keluhan Anda lebih berupa nyeri terhadap makanan atau minuman panas dan dingin, Anda dapat membaca Gigi Sensitif: Penyebab, Pemicu, dan Cara Mengatasinya.

Dokter gigi memeriksa kondisi gigi pasien di klinik
Foto: cottonbro studio / Pexels

Bagaimana Dokter Gigi Mencari Penyebabnya?

Dokter gigi biasanya tidak menentukan penyebab hanya dari satu gejala. Pemeriksaan dapat mencakup beberapa langkah sesuai kondisi yang ditemukan.

Menanyakan riwayat keluhan

Dokter dapat menanyakan kapan sakit mulai terjadi, gigi mana yang terasa sakit, apakah keluhan dipicu oleh menggigit atau suhu tertentu, serta apakah sebelumnya pernah terjadi benturan atau perawatan gigi.

Memeriksa gigi dan jaringan di sekitarnya

Pemeriksaan visual dapat membantu menemukan lubang, kerusakan, tambalan yang bermasalah, retakan yang terlihat, atau perubahan pada gusi. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tertentu untuk mengetahui respons gigi terhadap rangsangan.

Melakukan pemeriksaan tambahan bila diperlukan

Pada kasus tertentu, dokter gigi dapat merekomendasikan pemeriksaan radiografi untuk melihat bagian gigi dan jaringan pendukung yang tidak dapat dinilai secara langsung.

Jenis pemeriksaan bergantung pada gejala dan temuan klinis. Tidak semua kasus gigi sakit saat menggigit memerlukan pemeriksaan yang sama.

Apa yang Dapat Dilakukan Sementara?

Sambil menunggu pemeriksaan, fokus utama adalah mengurangi tekanan pada gigi yang sakit dan menjaga kebersihan mulut.

NHS menyarankan untuk mencari pemeriksaan gigi jika sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari, tidak membaik, atau disertai gejala seperti nyeri saat menggigit, demam, gusi merah, rasa tidak enak di mulut, atau pembengkakan.

Untuk panduan umum mengenai keluhan sakit gigi, baca Sakit Gigi: Penyebab, Cara Meredakan, dan Kapan Harus ke Dokter.

Kapan Perlu Segera Diperiksa?

Buat janji pemeriksaan dengan dokter gigi jika nyeri saat menggigit berulang, menetap, atau semakin berat. Pemeriksaan juga penting bila keluhan muncul setelah cedera atau disertai tanda lain.

Cari pertolongan gigi lebih cepat jika terdapat:

NHS menyebutkan bahwa sakit gigi yang disertai pembengkakan pada area mata atau leher, atau pembengkakan pada mulut atau leher yang menyebabkan kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara, memerlukan pertolongan medis segera. citeturn1search3

Bagaimana Mengurangi Risiko Masalah Gigi?

Tidak semua penyebab nyeri saat menggigit dapat dicegah, tetapi kebiasaan perawatan gigi yang baik dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Kebiasaan ini tidak menjamin seseorang bebas dari masalah gigi, tetapi membantu menjaga kesehatan gigi dan jaringan pendukungnya.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa gigi sakit hanya saat menggigit?

Nyeri yang terutama muncul saat menggigit dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, seperti gigi berlubang, retakan, tambalan yang bermasalah, atau masalah pada jaringan di dalam dan sekitar gigi. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Apakah gigi sakit saat menggigit pasti karena gigi berlubang?

Tidak. Gigi berlubang merupakan salah satu kemungkinan, tetapi retakan, tambalan yang longgar, masalah pulpa, dan kondisi lain juga dapat menyebabkan nyeri ketika gigi menerima tekanan.

Apakah gigi retak selalu terlihat?

Tidak. Sebagian retakan sulit dilihat secara langsung. Nyeri saat mengunyah atau ketika tekanan gigitan dilepaskan dapat menjadi salah satu keluhan yang perlu diperiksa.

Kapan gigi sakit saat menggigit perlu diperiksa?

Periksa ke dokter gigi jika keluhan berulang, menetap, semakin berat, atau disertai pembengkakan, demam, rasa tidak enak di mulut, kerusakan gigi, atau riwayat benturan.

Apakah gigi sakit saat menggigit bisa sembuh sendiri?

Penyebabnya menentukan apakah keluhan dapat membaik atau justru memburuk. Karena nyeri saat menggigit dapat berkaitan dengan kerusakan gigi atau masalah lain yang membutuhkan perawatan, keluhan yang menetap sebaiknya diperiksa daripada hanya menunggu.

Kesimpulan

Gigi sakit saat menggigit memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Karies, gigi retak, tambalan yang bermasalah, masalah pada pulpa, jaringan di sekitar gigi, dan tekanan gigitan dapat menjadi bagian dari evaluasi.

Gejala tersebut tidak cukup untuk menentukan diagnosis sendiri. Jika nyeri berulang atau menetap, terutama bila disertai pembengkakan, demam, kerusakan gigi, atau riwayat benturan, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.

Sumber rujukan medis

Dentor Directory

Cari dokter gigi atau klinik gigi di Mojokerto.

Gunakan direktori Dentor untuk menemukan informasi klinik gigi dan dokter gigi di Kota dan Kabupaten Mojokerto.

Lihat Direktori Klinik →

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau saran dokter gigi.